Khairaummah.comVisit our new website: http://www.khairaummah.com/v3
...“Kamu adalah umat terunggul (khayra ummah) yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma‘ruf dan mencegah daripada yang munkar dan kamu beriman kepada Allah”...
tolong hantar ulasan ini kepada penulis buku tersebut dosen ucculuddin. From: sofia anawinta <
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus menghidupkan JavaScript untuk melihatnya
> To:
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus menghidupkan JavaScript untuk melihatnya
Sent:
Tanggapan Buku "Satu Tuhan Satu Agama" Raih amal salih dg menyebarkan kebenaran. Mumpung masih hangat baru diangkat dari oven. Tulisan pak Adian Husaini
Assalamu'alaykum wr. wb. Sukacita kami menjemput Tuan/ Puan ke Majlis: We would like to invite you to the launching of the book: PELANCARAN BUKU HISTORICAL
Bacalah dengan
(menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan,
Dia telah
menciptakan manusia dari segumpal darah.
Bacalah, dan
Tuhanmulah Yang Maha Pemurah,
Yang mengajar
(manusia) dengan perantaran kalam.
Dia mengajar kepada
manusia apa yang tidak diketahuinya
~Qs. al-ÑAlaq [96]:
1-5~
FÓTI×AH
Merupakan kesepakatan (ijmÉÑ) para ulama
bahwa Qs. 96: 1-5 merupakan wahyu perdana yang turun kepada Nabi
Muhammad s.a.w.[1]
Yaitu ayat Al-Qur’an yang diawali dengan kata iqra’ (membaca). Yang merupakan
satu perintah agung yang pertama kali diturunkan kepada Rasulullah di gua
Hira’. Kelima ayat yang mulia ini, menurut Syeikh SyÉkir, merupakan “rahmat”
(kasih-sayang) dan “nikmat” Allah kepada hamba-hamba-Nya. Dimana di dalamnya
terdapat warning (tanbÊh) tentang penciptaan manusia dari
segumpal darah (Ñalaq).
Aku ingin meniti jalan kebenaran
tanpa tergelincir dalam penyimpangan.
Namun aku dihadapkan dengan beragam pilihan.
Aku melihat segolongan orang mengaku diri mereka Salafi
yang berusaha meluruskan masyarakat agar mengikuti sepenuhnya Kitab
Suci,
kerana masyarakat hanya faham perkara ibadah
dan kurang memahami persoalan aqidah
akhirnya mereka terperangkap dalam masalah khilafiyah
dan meninggalkan persoalan- persoalan yang lebih besar.
Ideologi Politik menjadi kurang penting bagi mereka,
mereka cenderung mendukung ideologi penguasa
demi memudahkan penyebaran fahaman.
Thamarat al-Muhimmah
menghuraikan perkara-perkara yang berkaitan dengan raja (pemerintah) dan
pemerintahannya serta menghuraikan sifat-sifat terpuji (mahmudah) dan
sifat-sifat tercela (mazmumah) seseorang pemerintah. Kandungan teks ini meliputi tiga bab dan beberapa fasa serta beberapa
bahagian lain dan furuk.
Menurut Abu Hasan Sham, et.al. (1995) bahagian mukadimah teks ini membincangkan
kelebihan ilmu dan menjadi kemurkaan Allah sekiranya pembesar ketandusan ilmu.
Hukuman atau balasan yang setimpal akan dikenakan terhadap hambanya yang ingkar
kepada kitab yang diturunkan oleh Allah. Secara tidak langsung ianya membawakan
ingatan kepada golongan pemerintah (raja) betapa perlunya ilmu dalam usaha
menegakkan keadilan dan kesejahteraan pemerintahan sebagaimana yang terkandung
dalam al-Quran dan hadith.
Tahun 1968 yang baru kita lalui adalah tahun yang luar biasa. Di tahun 1968 kita berhari raya Idul Fitri samapai dua kali, yaitu 1 Januari 1968 dan 21 Desember 1968.
Maka timbullah inspirasi pada beberapa orang Kepala Jawatan dan juga pada beberapa orang Menteri Kabinet
Pembangunan, dan keluarlah perintah supaya peringatan halal bi halal
Idul Fitri dan hari Natal digabungkan jadi satu. Diadakan pertemuan
serentak disatu tempat, biasanya biasanya dijawatan-jawatan, dan
departemen-departem en; "Lebaran-Natal" . Maka tersebutlah perkataan
bahwasannya bapak Kepala Jawatan atau bapak Menteri atau bapak Jenderal
memulai sambutan beliau, bahwa demi kesaktian Pancasila yang wajib kita
amalkan dan amankan, dalam "Lebaran-Natal" ini kita menananmkan dalam
hati kita, sedalam-dalamnya, apa arti toleransi. Dan diaturlah acara
mula-mula membaca Al Quran, oleh seorang pegawai yang pandai 'mengaji', kemudian itu diiringi oleh seorang pendeta atau pastor yang
sengaja diundang, dengan membacakan ayat-ayat injil, terutama yang berkenaan dengan kelahiran 'Tuhan' Yesus. Yesus Kristus
Juru Selamat Dunia, Anak Alah Yang Tunggal, tetapi Dia sendiri adalah
Alah Bapak juga, menjelma menjadi ke dalam tubuh Santa Maria yang suci,
untuk kemudian lahir sebagai manusia.